BABII. KEDUDUKAN AS-SUNNAH DALAM SYARI'AT ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas B. Hadits-Hadits Yang Memerintahkan Kita Untuk Mengikuti Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Dalam Segala Hal Begitu pula halnya dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, banyak kita temui perintah yang mewajibkan untuk mengikuti Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam segala perkara,
Sunnah Khulafaur Rasyidin. Khulafa' merupakan bentuk jamak dari khalifah. Artinya: pengganti. Maksudnya pengganti Rasulullah Saw. sebagai pemimpin umat Islam. Adapun rasyidin adalah bentuk jamak dari rasyid. Artinya: yang memperoleh petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya. Khulafaur rasyidin adalah para pemimpin umat Islam melalui pemilihan
Dansepeninggalku nanti, kalian akan melihat perselisihan yg sangat dahsyat, maka hendaklah kalian berpegang dgn sunnahku & sunnah para khulafaur Rasyidin yg mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dgn gigi geraham, & jangan sampai kalian mengikuti perkara-perkara yg dibuat-buat, karena sesungguhnya semua bid'ah itu adl sesat. [HR. ibnumajah No.42].
Beliaubersabda: " Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meski kepada seorang budak Habasyi. Dan sepeninggalku nanti, kalian akan melihat perselisihan yang sangat dahsyat, maka hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham, dan
Haditsdi atas menjelaskan mereka adalah orang-orang yang paling baik, paling selamat dan paling mengetahui dalam memahami Islam. Mereka adalah para pendahulu yang memiliki keshalihan yang tertinggi dan merekalah generasi pendahulu "as-Salafush-Shalih", yaitu para Sahabat Nabi, Tabi'in, dan Tabi'ut Tabi'in. (Luzumul Jama'ah (hal: 276-277), sedangkan orang-orang yang mengikuti jalan
Dalamurusan keagamaan keislaman telah final. Eksistensi Nabi saw dan al-qur`an merupakan penyempurna bagi segenap syariat-Nya. Perubahan Perilaku 1. Harus bertakwa kepada-Nya. 2. Bersikap sami'na wa atha'na terhadap Allah, Rasulullah saw, dan pemimpin kaum muslimin. 3. Berpegang kuat dengan sunnah Nabi saw dan sunnah Khulafa'ur Rasyidin. 4.
. Ilustrasi masjid. Foto UnsplashKhulafaur Rasyidin adalah para khalifah yang menggantikan kepemimpinan Islam setelah ditinggal wafat oleh Nabi Muhammad SAW. Jadi, setelah beliau wafat, posisi kepemimpinan pemerintahan dan umat diteruskan oleh mereka. Khulafaur Rasyidin berasal dari bahasa Arab yang terdiri atas dua kata, yaitu khulafa dan rasyidin. Secara bahasa, khulafa artinya banyak khalifah pemimpin. Adapun kata rasyidin berarti arif dan bijaksana. Jadi, Khulafaur Rasyidin mempunyai arti pemimpin yang arif dan bijaksana setelah Rasulullah wafat. Para Khulafaur Rasyidin terdiri atas para sahabat Rasulullah yang berkualitas tinggi dan baik. Adapun sifat-sifat yang mereka miliki antara arif dan bijaksana, berilmu yang luas dan mendalam, berani bertindak, berwibawa, belas kasihan dan kasih sayang, berilmu agama yang amat luas, serta melaksanakan hukum-hukum sahabat Nabi yang disebut Khulafaur Rasyidin berjumlah empat orang khalifah. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Khulafaur Rasyidin, simak uraian lengkapnya di bawah ini. Siapa Saja yang Termasuk Khulafaur Rasyidin?Ilustrasi masjid. Foto UnsplashKhulafaur Rasyidin terdiri dari empat orang sahabat Nabi yang tergolong sangat dekat, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Berlangsung selama 30 tahun kepemimpinan, keempatnya memiliki pencapaian yang berbeda-beda, baik dalam pemerintahan, kemapanan ekonomi, hingga soal ekspansi Islam ke negara-negara keempat sahabat tersebut, siapa nama Khulafaur Rasyidin yang pertama? Abu Bakar merupakan khalifah pertama yang meneruskan kepemimpinan pemerintahan Islam. Mengutip Sejarah Peradaban Islam Terlengkap Periode Klasik, Pertengahan, dan Modern oleh Rizem Aizid 2021 187-225, adapun nama-nama Khulafaur Rasyidin dan biografinya dalam sejarah Islam adalah sebagai berikut. 1. Abu Bakar Ash-Shiddiq 11-13 HijriahAbu Bakar adalah orang pertama dari kalangan sahabat yang menjadi khalifah untuk meneruskan perjuangan setelah Rasulullah wafat. Beliau juga orang pertama yang memeluk Islam dan diberitakan akan masuk surga. Nama Abu Bakar sebelum masuk Islam adalah Abu Ka'bah, yang kemudian diganti Rasulullah menjadi Abdullah Abdullah Abi Quhafah At-Tamimi. Beliau lahir tahun 573 M, lebih muda 3 tahun dibandingkan Rasulullah. Abu Bakar merupakan orang yang menemani Rasulullah sejak beliau masuk Islam hingga wafat. Ia hampir tidak pernah berpisah dengan Rasulullah, kecuali saat diberi izin untuk melaksanakan ibadah haji dan berperang. Abu Bakar sendiri adalah julukan yang berarti pelopor pagi hari, karena beliau termasuk laki-laki yang pertama kali masuk Islam. Gelar As-Shiddiq yang berarti "benar" diperoleh Abu Bakar karena selalu membenarkan apa yang dikatakan Rasulullah. Gelar ini muncul sejak Abu Bakar tanpa pikir panjang langsung mempercayai peristiwa besar yang membuat gempar seisi Quraisy, yaitu Isra Miraj. Abu Bakar memangku jabatan khalifah selama 2 tahun tiga bulan. Masa itu dihabiskannya untuk mengatasi berbagai masalah dalam negeri yang muncul akibat wafatnya Nabi Muhammad. Selama periode kepemimpinannya tersebut, beberapa pencapaian yang diperoleh beliau di antaranyaMenanamkan budaya musyawarah dalam menyikapi suatu masalah. Apabila terjadi suatu perkara, Abu Bakar selalu mencari hukumnya dalam kitab pemerintah yang tertib, baik di pusat dan di politif bersifat sentral, sehingga kekuatan legislatif, eksekutif, dan yudikatif terpusat di tangan Abu Bakar. Menyusun dan menulis mushaf nabi palsu, Musailamah pasukan di bawah pimpinan Usamah bin Zaid untuk memerangi kaum Romawi sebagai realisasi dari rencanan Rasulullah sewaktu masih wilayah Islam keluar Arab hingga ke Syria dan Baitul Mal semacam lembaga keuangan dan mendistribusikan zakat kepada masyarakat. 2. Umar bin Khattab 13-23 HijriahBeliau lahir di Makkah pada tahun 583 M, 12 tahun lebih muda dari Rasullullah. Umar bin Khattab masuk Islam di tahun kelima kenabian. Beliau menjadi salah satu sahabat terdekat sekaligus pelindung utama Nabi. Berbeda dengan Abu Bakar yang terpilih secara aklamasi, Umar bin Khattab ditunjuk menjadi khalifah melalui wasiat yang diberikan Abu Bakar sebelum wafat. Umar bin Khattab termasuk salah satu sahabat dengan peranan yang paling menonjol dalam sejarah Islam. Beliau dikenal sebagai tokoh yang sangat bijaksana, kreatif, dan jenius. Sejumlah pencapaian yang diperoleh beliau selama menjadi Khulafaur Rasyidin, di antaranyaMemperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Meluasnya daerah ekspansi Islam ke beberapa wilayah, seperti Syria, Palestina, Mesir, dan kepengurusan administrasi negara yang terdiri dari khalifah, wali gubernur, dan dewan-dewan Al-Kharaj atau pajak tanah bagi tanah yang didapat dengan percetakan mata Utsman bin Affan 23-36 HijriahUtsman bin Affan menjadi khalifah melalui formatur sebanyak enam orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab. Pada pemerintahannya, Utsman bin Affan mengalami masa kepemimpinan yang sulit. Bernama lengkap Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah, beliau masuk Islam atas ajakan Abu Bakar, saat usianya 30 tahun. Latar belakang keluarganya terpandang, secara ekonomi juga sangat berkecukupan. Namun, kepribadiannya sederhana dan terkenal tidak tanggung-tanggung dalam menyalurkan hartanya di jalan Islam. Utsman bin Affan mendapat gelar Dzun Nurain, karena menikahi dua putri Rasulullah, yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum berurutan setelah salah satunya meninggal.Meskipun mengalami awal kepemimpinan yang sulit setelah Umar bin Khattab meninggal, tapi masa kekhalifahan Utsman bin Affan termasuk yang paling makmur dan sejahtera. Selama pemerintahannya, pencapaian beliau yang paling terkenal di antaranyaMenyeragamkan cara baca Alquran dan mengumpulkan serta menyusunnya dalam satu tugas administrasi sistem militer angkatan Ali bin Abi Thalib 36-41 HijriahAli bin Abi Thalib adalah khalifah keempat yang berkuasa selama masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin. Beliau adalah putra paman terdekat Nabi, yaitu Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib dilahirkan sepuluh tahun sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul. Ali menjadi orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anak-anak, saat itu usianya baru 10 salah satu orang yang pertama memeluk Islam, Ali bin Abi Thalib telah terlibat dalam berbagai peran besar sejak masa kenabian. Beberapa pencapaian yang diperoleh saat beliau menjadi Khulafaur Rasyidin selama sekitar lima tahun di antaranyaMemperbaiki sistem pengelolaan kekuangan dengan menarik kembali harta atau tanah para pejabat yang dihadiahkan oleh pemerintahan Utsman bin Affan. Menyebarkan Islam hingga ke daerah Barat pusat pemerintahan Islam, dari Madinah ke pusat ilmu tasfir, ilmu hadis, dan ilmu pengetahuan lainnya. Mengganti pejabat-pejabat yang dinilai kurang ilmu nahwu atau ilmu tata bahasa Khulafaur Rasyidin Hanya Berjumlah 4 Orang Saja?Ilustrasi Alquran. Foto UnsplashSeperti yang telah disebutkan, Khulafaur Rasyidin hanya berjumlah empat orang saja. Mengapa demikian? Disebut Khulafaur Rasyidin dan hanya berjumlah empat orang karena mereka punya keistimewaan khusus daripada yang lain. Meskipun yang setelahnya juga sahabat, tapi tidak memiliki keistimewaan seperti yang mereka miliki. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis riwayat At-Tirmidzi, Nabi Muhammad bersabda yang artinya"Hendaklah kalian berpegang dengan sunahku dan sunah para Khulafaur Rasyidin setelahku, gigitlah dengan gigi geraham." HR. At-TirmidziSetelah itu, Nabi juga bersabda "Kekhalifahan setelahku adalah 30 tahun." HR. Ahmad, Abu Dawud, dan At-TirmidziBerdasarkan hadis tersebut, Asy-Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil menjelaskan bahwa akhir dari kekhalifahan adalah masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Khalifah Islam Ada Berapa?Ilustrasi masjid. Foto UnsplashMeskipun khalifah yang termasuk dalam Khulafaur Rasyidin berjumlah empat orang saja, pemerintahan Islam setelah itu masih diduduki oleh para khalifah sejarah Islam, kekhalifahan dibagi menjadi empat periode, yaitu Khilafah Rasyidah, Khilafah Bani Umayyah, Khilfah Bani Abbasiyah, dan Khilafah Bani Utsmaniyyah. Mengutip laman SD Al-Rasyid Pekanbaru, berikut jumlah khalifah Islam sesuai dengan periode kekhalifannya. Khilafah Rasidah terdiri dari lima orang sahabat Nabi yang menjadi khalifah secara bergantian, mulai dari Abu Bakar hingga Al-Hasan bin Ali. Khilafah Bani Umayyah terdiri dari 14 orang khalifah, dimulai dari Mu'awiyyah bin Abi Sufyan hingga Marwan bin Muhammad. 3. Khilafah Bani AbbasiyahKhilafah Bani Abasiyah terdiri dari 55 orang khalifah, dimulai dari Abul Abbas Al-Safaah hingga Al-Mutawakil Ala Al-Allah IV. 4. Khilafah Bani UtsmaniyyahKhilafah Bani Utsmaniyyah terdiri dari 30 orang khalifah, dimulai dari Salim I sampai Abdul Majid II. Jadi, khalifah Islam keseluruhan berjumlah 104 orang yang memimpin pemerintahan Islam, dengan 4 orang di antaranya merupakan Khulafaur Rasyidin.
ุณูู ุงุจู ู
ุงุฌู ูขูค ุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏู ุงูููู ุจููู ุฃูุญูู
ูุฏู ุจููู ุจูุดูููุฑู ุจููู ุฐูููููุงูู ุงูุฏููู
ูุดูููููู ุญูุฏููุซูููุง ุงููููููููุฏู ุจููู ู
ูุณูููู
ู ุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏู ุงูููู ุจููู ุงููุนูููุงุกู ุญูุฏููุซููููู ููุญูููู ุจููู ุฃูุจูู ุงููู
ูุทูุงุนู ููุงูู ุณูู
ูุนูุชู ุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูููุฉู ูููููููู ููุงู
ู ููููููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ูู ุณููููู
ู ุฐูุงุชู ููููู
ู ููููุนูุธูููุง ู
ูููุนูุธูุฉู ุจูููููุบูุฉู ููุฌูููุชู ู
ูููููุง ุงููููููููุจู ูู ุฐูุฑูููุชู ู
ูููููุง ุงููุนููููููู ูููููููู ููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ููุนูุธูุชูููุง ู
ูููุนูุธูุฉู ู
ูููุฏููุนู ููุงุนูููุฏู ุฅูููููููุง ุจูุนูููุฏู ููููุงูู ุนูููููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ูู ุงูุณููู
ูุนู ูู ุงูุทููุงุนูุฉู ูู ุฅููู ุนูุจูุฏูุง ุญูุจูุดููููุง ูู ุณูุชูุฑููููู ู
ููู ุจูุนูุฏููู ุงุฎูุชูููุงููุง ุดูุฏูููุฏูุง ููุนูููููููู
ู ุจูุณููููุชููู ูู ุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏููููู ุงููู
ูููุฏูููููููู ุนูุถููููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐู ูู ุฅููููุงููู
ู ูู ุงููุฃูู
ูููุฑู ุงููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ููุฅูููู ููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถูููุงููุฉู. Sunan Ibnu Mฤjah 42 Telah menceritakan kepada kami Abdullฤh bin Aแธฅmad bin Basyฤซr bin Dzakwฤn ad-Dimasyqฤซ berkata Telah menceritakan kepada kami al-Walฤซd bin Muslim berkata Telah menceritakan kepada kami Abdullฤh bin al-Alฤโ berkata Telah menceritakan kepadaku Yaแธฅyฤ bin Abil-Muthฤ ia berkata Aku mendengar Irbฤdh bin Sฤriyah berkata โPada suatu hari Rasลซlullฤh shallallฤhu alaihi wa sallam berdiri di tengah-tengah kami. Beliau memberi nasihat yang sangat menyentuh, membuat hati menjadi gemetar, dan airmata berlinangan. Lalu dikatakan โWahai Rasลซlullฤh, engkau telah memberikan nasihat kepada kami satu nasihat perpisahan, maka berilah kami satu wasiat.โ Beliau bersabda โHendaklah kalian bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meski kepada seorang budak Habasyi. Dan sepeninggalku nanti, kalian akan melihat perselisihan yang sangat dahsyat, maka hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham, dan jangan sampai kalian mengikuti perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya semua bidโah itu adalah sesat.โDerajat Syaikh al-Albani SAD 3991; MA 16521, 16522; SD ุงุจู ู
ุงุฌู ูฃูค ุญูุฏููุซูููุง ุฅูุณูู
ูุงุนููููู ุจููู ุจูุดูุฑู ุจููู ู
ูููุตูููุฑู ูู ุฅูุณูุญูุงูู ุจููู ุฅูุจูุฑูุงููููู
ู ุงูุณูููููุงูู ููุงููุง ุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ูู ุจููู ู
ูููุฏูููู ุนููู ู
ูุนูุงููููุฉู ุจููู ุตูุงููุญู ุนููู ุถูู
ูุฑูุฉู ุจููู ุญูุจูููุจู ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ููู ุจููู ุนูู
ูุฑูู ุงูุณููููู
ูููู ุฃูููููู ุณูู
ูุนู ุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูููุฉู ูููููููู ููุนูุธูููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ูู ุณููููู
ู ู
ูููุนูุธูุฉู ุฐูุฑูููุชู ู
ูููููุง ุงููุนููููููู ูู ููุฌูููุชู ู
ูููููุง ุงููููููููุจู ููููููููุง ููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุฅูููู ูุฐููู ููู
ูููุนูุธูุฉู ู
ูููุฏููุนู ููู
ูุงุฐูุง ุชูุนูููุฏู ุฅูููููููุง ููุงูู ููุฏู ุชูุฑูููุชูููู
ู ุนูููู ุงููุจูููุถูุงุกู ููููููููุง ููููููุงุฑูููุง ููุง ููุฒูููุบู ุนูููููุง ุจูุนูุฏููู ุฅููููุง ููุงูููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชูููุงููุง ููุซูููุฑูุง ููุนูููููููู
ู ุจูู
ูุง ุนูุฑูููุชูู
ู ู
ููู ุณููููุชููู ูู ุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏููููู ุงููู
ูููุฏูููููููู ุนูุถููููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐู ูู ุนูููููููู
ู ุจูุงูุทููุงุนูุฉู ูู ุฅููู ุนูุจูุฏูุง ุญูุจูุดููููุง ููุฅููููู
ูุง ุงููู
ูุคูู
ููู ููุงููุฌูู
ููู ุงููุฃููููู ุญูููุซูู
ูุง ููููุฏู ุงููููุงุฏู. ุญูุฏููุซูููุง ููุญูููู ุจููู ุญูููููู
ู ุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏู ุงููู
ููููู ุจููู ุงูุตููุจููุงุญู ุงููู
ูุณูู
ูุนูููู. ุญูุฏููุซูููุง ุซูููุฑู ุจููู ููุฒูููุฏู ุนููู ุฎูุงููุฏู ุจููู ู
ูุนูุฏูุงูู ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ูู ุจููู ุนูู
ูุฑูู ุนููู ุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูููุฉู ููุงูู ุตููููู ุจูููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ูู ุณููููู
ู ุตูููุงุฉู ุงูุตููุจูุญู ุซูู
ูู ุฃูููุจููู ุนูููููููุง ุจูููุฌููููู ููููุนูุธูููุง ู
ูููุนูุธูุฉู ุจูููููุบูุฉู ููุฐูููุฑู Ibnu Mฤjah 43 Telah menceritakan kepada kami Ismฤฤซl bin Bisyr bin Manshลซr dan Isแธฅฤq bin Ibrฤhฤซm as-Sawwฤq keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami Abd-ur-Raแธฅmฤn bin Mahdฤซ, dari Muฤwiyah bin Shฤliแธฅ, dari Dhamrah bin แธคabฤซb, dari Abd-ur-Raแธฅmฤn bin Amru as-Sulamฤซ bahwasanya ia mendengar Irbฤdh bin Sฤriyah berkata Rasลซlullฤh shallallฤhu alaihi wa sallam memberi kami satu nasihat yang membuat air mata mengalir dan hati menjadi gemetar. Maka kami berkata kepada beliau โYa Rasลซlullฤh, sesungguhnya ini merupakan nasihat perpisahan, lalu apa yang engkau wasiatkan kepada kami?โ Rasลซlullฤh shallallฤhu alaihi wa sallam bersabda โAku telah tinggalkan untuk kalian petunjuk yang terang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang berpaling darinya setelahku melainkan ia akan binasa. Barang siapa di antara kalian hidup, maka ia akan melihat banyaknya perselisihan. Maka kalian wajib berpegang teguh dengan apa yang kalian ketahui dari sunnahku, dan sunnah para Khulafฤโ-ur-Rฤsyidฤซn yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham. Hendaklah kalian taat meski kepada seorang budak แธคabasyi. Orang mukmin itu seperti seekor unta jinak, di mana saja dia diikat dia akan menurutinya.โ Telah menceritakan kepada kami Yaแธฅyฤ bin แธคakฤซm berkata Telah menceritakan kepada kami Abd-ul-Mฤlik bin ash-Shabbฤแธฅ al-Mismaฤซ berkata Telah menceritakan kepada kami Tsaur bin Yazฤซd, dari Khฤlid bin Madฤn, dari Abd-ur-Raแธฅmฤn bin Amru, dari Irbฤdh bin Sฤriyah ia berkata โRasลซlullฤh shallallฤhu alaihi wa sallam mengimami kami pada shalat Shubuh, kemudian Beliau berpaling kepada kami dan memberi nasihat yang sangat menyentuh.โ Lalu ia menyebutkan sebagaimana dalam hadits di Syaikh al-Albani MA pada 20 Agustus Dari 457 372Kali.
Sekarang kita bahas soal Sunnah. Kita tahu Sunnah Nabi itu defisininya adalah perkataan aqwal, perbuatan afโal dan penetapan taqrir dari Nabi Muhammad. Kita fokus pada perbuatan Nabi, sebagaimana diulas dalam kitab karya Syekh Wahbah az-Zuhaili yang berjudul Ushul al-Fiqh al-Islamiy jilid 1, halaman 478-440.Perbuatan Nabi itu ada tiga macam. Kita akan simak mana yang merupakan perbuatan yang berimplikasi syarโi kepada kita selaku perbuatan jibliyah yang dilakukan beliau SAW dalam kapasitas sebagai manusia biasa, seperti duduk, berdiri, atau mayoritas ulama mengatakan tidak wajib mengikuti perbuatan Nabi yang dilakukan secara fitrah kemanusiannya. Namun ada yang berpendapat hal itu tetap dianjurkan untuk mengikuti Nabi seperti yang dicontohkan oleh sahabat Nabi, Abdullah bin Umar sampean mau ikut jumhur ulama gak? Kalau ikut jumhur, berarti perbuatan Nabi kategori pertama ini tidak wajib kita ikuti. Namun kalau sampean ingin mengikutinya silakan saja, karena hal itu juga sudah dicontohkan oleh Abdullah bin Umar RA. Hanya jangan memaksa orang lain untuk mengikuti pemahaman sampean atau menganggap orang lain tidak nyunnah karena tidak ikut cara duduk, berdiri, tidur, makan-minumnya Nabi Muhammad SAW. Boleh jadi kawan sampean itu justru mengikuti pendapat mayoritas perbuatan khusus yang dilakukan oleh Nabi saja dan bukan kewajiban untuk umatnya. Misalnya Nabi puasa terus menerus, wajib shalat tahajud, boleh menikah lebih dari 4, dan seterusnya. Perbuatan itu hanya khusus bagi Rasul SAW dan tidak disyariatkan untuk kita sebagai perkara yang wajib Rasul selain kedua jenis di atas menjadi tasyriโ yg berlaku bagi kita. Kita dituntut untuk mengikuti dan meneladaninya. Untuk itu harus diketahui status perbuatan itu bagi kita apakah wajib, sunnah atau mubah. Ketetuannya adalah sebagai berikut. Ini artinya perbuatan Nabi dalam kategori ketiga ini punya konsekuensi hukum, namun tetap harus dipilah lagi.a perbuatan yang menjadi bayan penjelas atas kemujmalan ayat Qurโan; atau yang menjadi taqyid pengait atas kemutlaqan dan sebagai takhsis pengkhusus atas keumumannya. Ini sudah masuk istilah teknis yg dibahas para pakar Ushul al-Fiqh. Sampean mesti cek sendiri istilah mubayan-mujmal, mutlaq-muqayyad, dan am-khas dalam kitab-kitab Ushul al-Fiqh. Gak mungkin tuntas semuanya dijelaskan dalam catatan saya ini. Harus ngaji di pondok untuk kita lanjut, yang bisa kita jelaskan di siniStatus hukum perbuatan ini mengikuti status seruan yang dijelaskan al-mubayyan. Jika yang dijelaskan oleh perbuatan Nabi itu wajib maka hukum perbuatan itu wajib. Jika yang dijelaskan sunnah maka sunnah melakukannya. Jika yang dijelaskan mubah maka mubah pula artinya tidak semua hal yang dilakukan Nabi itu wajib kita ikuti, terkadang hukumnya hanya sunnah dianjurkan, atau mubah boleh mengikutinya-boleh pula tidak.Contoh, perbuatan Nabi SAW dalam bentuk shalat merupakan bayan atas perintah shalat dlm al-Qurโan. Hal itu dinyatakan secara tegas sharih dalam sabda Rasul saw.โุตููููููุง ููู
ูุง ุฑูุฃูููุชูู
ููููููู ุฃูุตูููููยปโโShalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.โMaka shalat mengikuti tata cara yang dilakukan Nabi itu sebuah keharusan. Namun bagaimana tata caranya, para ulama bisa berbeda-beda lagi memahaminya tergantung berbagai narasi yang mereka terima hasil laporan pandangan mata para Sahabat dalam melihat Nabi Rasulullah SAW dalam melaksanakan haji merupakan bayan atas seruan berhaji. Hal itu dinyatakan secara sharih dalam sabda Rasul saw.โุฎูุฐูููุง ุนูููููู ู
ูููุงุณูููููู
ูยปโโAmbillah dariku tata cara haji kalian.โโBegitu juga contoh soal batas potong tangan dan batas berwudhu sampai siku, meski ayat al-Qurโan tidak menjelaskannya dengan rinci. Sunnah Nabi-lah yang menjelaskan perbuatan ini bayan mengikuti apa yg dijelaskan al-mubayan sehingga kemungkinan hukumnya bisa wajib, sunnah atau mubah. Sampai di sini, menentukan hukum mengikuti perbuatan Nabi tergantung qarinah indikasinya apakah wajib, sunnah atau mubah.b Perbuatan Rasulullah SAW juga ada yang dilakukan tanpa ada tujuan untuk menerangkan, atau menjelaskan sesuatu seperti di atas. Ini membutuhkan penelaahan. Kadang ada perbuatan Rasul yang tidak diketahui sifatnya apa mengandung hukum syaraโ atau tidak. Maka para ulama mengkajinya dengan detil dan mendalam sebelum sampai pada analisa terhadap dalil itu sebuah keniscayaan. Bukan langsung โdikunyahโ begitu saja hanya berdasarkan terjemahan hadits yang diviralkan di diketahui sifat perbuatan Nabi itu mengandung hukum syaraโ baik wajib, mandub atau mubah maka kita sebagai umatnya mengamalkannya juga. Ini pendapat yang lebih pas menurut Imam Syawkani berdasarkan dalil Qurโan dan tradisi sahabat jika perbuatan tersebut tidak diketahui hukumnya maka ada dua kemungkinan, yaitu terdapat sifat pendekatan diri kepada Allah qurbah atau tidak. Jika iya, maka hukum mengikutinya adalah sunnah, seperti shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan oleh Rasul tidak secara terus menerus kadang dikerjakan, kadang tidak. Maka ini indikasi mengikutinya itu hukumnya mandub dianjurkan. Hal ini karena dalam shalat dua rakaat itu ada unsur taqarub menurut Imam Malik perintah amr mengikuti Nabi itu wajib. Perbuatan Nabi SAW yang kadang mengerjakan, kadang tidak semata menunjukkan adanya thalab al-fiโli tuntutan agar dilaksanakan. Di sini para ulama berbeda biasa aja lagi kalau ulama beda pendapat. Paham yah. Gak usah marah-marah tetapi, jika tidak ditemukan sifat qurbah karena berada dalam wilayah muโamalah, bukan ibadah seperti contohnya jual beli, dan akad muzaraโah yg dilakukan oleh Nabi, maka hukum mengikutinya hanya mubah menurut Imam Malik. Ini pendapat yang dipilih oleh Ibn al-Hajib. Namun, lagi-lagi ulama berbeda pandangan, karena menurut Imam Syafiโi itu masuk kategori dianjurkan mandub. Ini juga merupakan pendapat dari kebanyakan ulama sampai di sini ternyata perkara perbuatan afโal Nabi mana yang harus diikuti, dan mana yang tidak punya konsekuensi hukum panjang diskusinya. Tidak semudah sebagian kalangan yang dengan enteng mengklaim ini dan itu sebagai sunnah Nabi yang harus kita ikuti. Ternyata para ulama mengajarkan kita untuk memilah dan menelaahnya terlebih bahan perbandingan kajian dari kitab Ushul al-Fiqh al-Islamiy karya Syekh Wahbah az-Zuhaili ini bisa kita compare dg apa yang dibahas oleh Imam al-Amidi, dalam kitabnya al-Ihkam fi Usul al-Ahkam, seperti pernah saya ulas di sini ngaji kita hari ini. Semoga bermanfaat, bi la ilma lana illa ma allamtana innaka antal alimul hakim Maha Suci Englau Ya Allah, sungguh kami tidak punya ilmu apapun kecuali apa-apa yg telah Engkau ajarkan kepada kami
BAB II. KEDUDUKAN AS-SUNNAH DALAM SYARIโAT ISLAMOleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas B. Hadits-Hadits Yang Memerintahkan Kita Untuk Mengikuti Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Dalam Segala Hal Begitu pula halnya dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, banyak kita temui perintah yang mewajibkan untuk mengikuti Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam segala perkara, di antaranya ialahุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ุฃูููู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ููููู ุฃูู
ููุชูู ููุฏูุฎููููููู ุงููุฌููููุฉู ุฅููุงูู ู
ููู ุฃูุจููุ ููุงููููุง ููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ููู
ููู ููุฃูุจููุ ููุงูู ู
ููู ุฃูุทูุงุนูููู ุฏูุฎููู ุงููุฌูููุฉูุ ููู
ููู ุนูุตูุงููู ููููุฏู Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โSetiap ummatku akan masuk Surga, kecuali yang enggan.โ Mereka para Shahabat bertanya โSiapa yang enggan itu?โ Jawab beliau โBarangsiapa yang mentaatiku pasti masuk Surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.โ[1]ุนููู ุฌูุงุจูุฑู ุจููู ุนูุจูุฏู ุงูููู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุงูู ุฌูุงุกูุชู ู
ููุงูุฆูููุฉู ุฅูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ูููููู ููุงุฆูู
ู ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฅูููููู ููุงุฆูู
ู ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฃูููู ุงููุนููููู ููุงุฆูู
ูุฉู ููุงููููููุจู ููููุธูุงูู ููููุงููููุง ุฅูููู ููุตูุงุญูุจูููู
ู ููุฐูุง ู
ูุซููุงูุ ููุงุถูุฑูุจูููุง ูููู ู
ูุซููุงู ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฅูููููู ููุงุฆูู
ู ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฅูููู ุงููุนููููู ููุงุฆูู
ูุฉู ููุงููููููุจู ููููุธูุงููุ ููููุงููููุง ู
ูุซููููู ููู
ูุซููู ุฑูุฌููู ุจูููู ุฏูุงุฑูุงุ ููุฌูุนููู ููููููุง ู
ูุฃูุฏูุจูุฉู ููุจูุนูุซู ุฏูุงุนูููุง ููู
ููู ุฃูุฌูุงุจู ุงูุฏููุงุนููู ุฏูุฎููู ุงูุฏููุงุฑู ููุฃููููู ู
ููู ุงููู
ูุฃูุฏูุจูุฉูุ ููู
ููู ููู
ู ููุฌูุจู ุงูุฏููุงุนููู ููู
ู ููุฏูุฎููู ุงูุฏููุงุฑู ููููู
ู ููุฃููููู ู
ููู ุงููู
ูุฃูุฏูุจูุฉูุ ููููุงููููุง ุฃููููููููููุง ูููู ููููููููููุงุ ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฅูููููู ููุงุฆูู
ูุ ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฅูููู ุงููุนููููู ููุงุฆูู
ูุฉู ููุงููููููุจู ููููุธูุงููุ ููููุงููููุง ููุงูุฏููุงุฑู ุงููุฌููููุฉูุ ููุงูุฏููุงุนูู ู
ูุญูู
ููุฏู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููู
ููู ุฃูุทูุงุนู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุฏู ุฃูุทูุงุนู ุงููููุ ููู
ููู ุนูุตูู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุฏู ุนูุตูู ุงูููู ููู
ูุญูู
ููุฏู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฑูููู ุจููููู Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu, ia berkata, โTelah datang beberapa Malaikat kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, ketika beliau sedang tidur. Sebagian dari mereka berkata, Dia sedang tidur,โ dan yang lainnya berkata, Sesungguhnya matanya tidur tetapi hatinya sadar.โ Para Malaikat berkata, Sesungguhnya bagi orang ini ada perumpamaan, maka buatlah perumpamaan baginya.โ Sebagian lagi berkata, Sesungguhnya ia sedang tidur,โ yang lain berkata, Matanya tidur tetapi hatinya sadar.โ Para Malaikat berkata, Perumpamaan beliau Shallallahu alaihi wa sallam adalah seperti seorang yang membangun rumah, lalu ia menyediakan hidangan dalam rumahnya itu, kemudian ia mengutus seorang pengundang, maka ada orang yang memenuhi undangan itu dan masuk ke rumah serta makan hidangannya. Tetapi adapula orang yang tidak memenuhi undangannya, tidak masuk ke rumah dan tidak makan hidangannya.โ Mereka berkata, Terangkan tafsir dari perumpamaan itu agar orang dapat faham.โ Sebagian mereka berkata lagi, Ia sedang tidur,โ yang lainnya berkata, Matanya tidur, tetapi hatinya sadar.โ Para Malaikat berkata, Rumah yang dimaksud adalah Surga, sedang pengundang adalah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Barangsiapa mentaati Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berarti ia taat kepada Allah, dan barangsiapa mendurhakai Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berarti ia telah mendurhakai Allah; dan Muhammad itu adalah pemisah di antara manusia.โ[2]ุนููู ุฃูุจูู ู
ูููุณูู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุฅููููู
ูุง ู
ูุซูููู ููู
ูุซููู ู
ูุง ุจูุนูุซููููู ุงูููู ุจููู ููู
ูุซููู ุฑูุฌููู ุฃูุชูู ููููู
ุงู ููููุงูู ููุง ููููู
ู ุฅููููู ุฑูุฃูููุชู ุงููุฌูููุดู ุจูุนูููููููู ููุฅููููู ุฃูููุง ุงููููุฐูููุฑู ุงููุนูุฑูููุงููุ ููุงููููุฌูุงุกู ููุฃูุทูุงุนููู ุทูุงุฆูููุฉู ู
ููู ููููู
ููู ููุฃูุฏูููุฌูููุง ููุงููุทูููููููุง ุนูููู ู
ูููููููู
ู ููููุฌูููุงุ ููููุฐููุจูุชู ุทูุงุฆูููุฉู ู
ูููููู
ู ููุฃูุตูุจูุญูููุง ู
ูููุงููููู
ู ููุตูุจููุญูููู
ู ุงููุฌูููุดู ููุฃูููููููููู
ู ููุงุฌูุชูุงุญูููู
ู ููุฐููููู ู
ูุซููู ู
ููู ุฃูุทูุงุนูููู ููุงุชููุจูุนู ู
ูุง ุฌูุฆูุชู ุจููู ููู
ูุซููู ู
ููู ุนูุตูุงููู ููููุฐููุจู ุจูู
ูุง ุฌููุฆูุชู ุจููู ู
ููู ุงููุญูููู3. Dari Abi Musa Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, โPerumpamaanku dan perumpamaan apa-apa yang Allah utus aku dengannya seperti seorang yang mendatangi suatu kaum, lalu ia berkata, Wahai kaumku, sesungguhnya aku melihat pasukan musuh dengan mata kepalaku dan sesungguhnya aku pengancam yang nyata, maka marilah menuju kepada keselamatan. Sebagian dari kaum itu mentaatinya, lalu mereka masuk pergi bersamanya, maka selamatlah mereka. Sebagian dari mereka mendustakan. Pagi-pagi mereka diserang oleh pasukan musuh lalu mereka dihancurkan dan diluluhlantakan. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang taat kepadaku dan mengikuti apa yang aku bawa dan perumpamaan orang-orang yang durhaka kepadaku dan mendustakan kebenaran yang aku bawa.โ[3]ุนููู ุฃูุจูู ุฑูุงููุนู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ูุงู ุฃูููููููููู ุฃูุญูุฏูููู
ู ู
ูุชููููุฆูุง ุนูููู ุฃูุฑูููููุชููู ููุฃูุชููููู ุงููุฃูู
ูุฑู ู
ููู ุฃูู
ูุฑูู ู
ูู
ููุง ุฃูู
ูุฑูุชู ุจููู ุฃููู ููููููุชู ุนููููู ูููููููููู ูุงู ููุฏูุฑูู ู
ูุง ููุฌูุฏูููุง ููู ููุชูุงุจู ุงูููู Dari Abi Rafiโ Radhiyallahu anhu, ia berkata Telah bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam โNanti akan ada seorang di antara kalian yang duduk bersandar di sofanya lalu datang kepadanya perintah dari perintahku dari apa-apa yang aku perintah dan aku larang. Ia berkata Aku tidak tahu apa-apa. Yang kami dapati dalam Kitabullaah kami ikuti dan yang tidak terdapat dalam Kita-bullaah kami tidak ikuti.โ[4]ุนููู ุงููู
ูููุฏูุงู
ู ุจููู ู
ูุนูุฏูู ููุฑูุจู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃููุงู ุฅููููู ุฃูููุชูููุชู ุงููููุชูุงุจู ููู
ูุซููููู ู
ูุนููู ุฃููุงู ููููุดููู ุฑูุฌููู ุดูุจูุนูุงูู ุนูููู ุฃูุฑูููููุชููู ูููููููู ุนูููููููู
ู ุจูููุฐูุง ุงููููุฑูุขูู ููู
ูุง ููุฌูุฏูุชูู
ู ูููููู ู
ููู ุญููุงููู ููุฃูุญููููููููุ ููู
ูุง ููุฌูุฏูุชูู
ู ูููููู ู
ููู ุญูุฑูุงู
ู ููุญูุฑููู
ููููู ููุฅูููู ู
ูุง ุญูุฑููู
ู ุฑูุณููููู ุงูููู ููู
ูุง ุญูุฑููู
ู ุงูููู ุฃููุงู ูุงู ููุญูููู ููููู
ู ููุญูู
ู ุงููุญูู
ูุงุฑู ุงููุฃูููููููู ูููุงู ููููู ุฐูู ููุงุจู ู
ููู ุงูุณููุจูุนูุ ูููุงู ููููุทูุฉู ู
ูุนูุงููุฏู ุฅููุงูู ุฃููู ููุณูุชูุบููููู ุนูููููุง ุตูุงุญูุจูููุง ููู
ููู ููุฒููู ุจูููููู
ู ููุนูููููููู
ู ุฃููู ููููุฑููููู ููุฅููู ููู
ู ููููุฑููููู ูููููู ุฃููู ููุนูููุจูููู
ู ุจูู
ูุซููู Dari Miqdam bin Maโdi Kariba Radhiyallahu anhu, ia berkata โTelah bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan Al-Kitab Al-Qur-an dan yang seperti Al-Qur-an bersamanya. Ketahuilah, nanti akan ada orang yang kenyang di atas sofanya sambil berkata, Cukuplah bagimu untuk berpegang dengan Al-Qur-an saja, apa-apa yang kalian dapati hukum halal di dalamnya maka halalkanlah dan apa-apa yang kalian dapati hukum haram di dalamnya, maka haramkanlah.โ Ketahuilah sesungguhnya apa-apa yang diharamkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sama seperti yang diharamkan Allah, ketahuilah tidak halal bagi kalian keledai negeri dan tiap-tiap yang bertaring dari binatang buas dan tidak halal pula barang pungutan kafir muโahad kecuali bila pemiliknya tidak memerlukannya dan barangsiapa yang singgah di suatu kaum, maka wajib atas mereka menghormatinya. Bila mereka tidak menghormatinya, maka wajib baginya menggantikan yang serupa dengan penghormatan itu.โ[5]ุนููู ุฃูุจููู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฅููููู ุชูุฑูููุชู ููููููู
ู ุดูููุฆููููู ูููู ุชูุถููููููุง ุจูุนูุฏู ููู
ูุง ููุชูุงุจู ุงูููู ููุณููููุชููู ูููููู ููุชูููุฑููููุง ุญูุชููู ููุฑูุฏูุง ุนูููููู Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata โTelah bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di Telaga di Surga.โ[6]ููุงูู ุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ุตููููู ุจูููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฐูุงุชู ููููู
ู ุซูู
ูู ุฃูููุจููู ุนูููููููุง ููููุนูุธููุงู ู
ูููุนูุธูุฉู ุจูููููุบูุฉู ุฐูุฑูููุชู ู
ูููููุง ุงููุนููููููู ููููุฌูููุชู ู
ูููููุง ุงููููููููุจูุ ููููุงูู ููุงุฆููู ููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ููุฃูููู ููุฐููู ู
ูููุนูุธูุฉู ู
ูููุฏููุนู ููู
ูุงุฐูุง ุชูุนูููุฏู ุฅููููููุงู ููููุงูู ุฃูููุตูููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ููุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุนูุจูุฏูุง ุญูุจูุดููููุงุ ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ุจูุนูุฏูู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงููุงู ููุซูููุฑุงูุ ููุนูููููููู
ู ุจูุณููููุชูู ููุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงููู
ูููุฏูููููููู ุงูุฑููุงุดูุฏูููููุ ุชูู
ูุณููููููุง ุจูููุง ููุนูุถููููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐูุ ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงููุฃูู
ูููุฑู ููุฅูููู ููููู ู
ูุญูุฏูุซูุฉู ุจูุฏูุนูุฉูุ ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู Berkata al-Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu anhu, โSuatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami kemudian beliau menghadap kepada kami dan memberikan nasehat kepada kami dengan nasehat yang menjadikan air mata berlinang dan membuat hati takut, maka seseorang berkata Wahai Rasulullah nasehat ini seakan-akan nasehat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah kami wasiat.โ Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda Aku wasiatkan kepada kalian supaya tetap bertakwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian setelahku maka ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bidah. Dan setiap bidah itu adalah sesat.โ[7]Dalil-dalil dari Al-Qur-an al-Karim dan hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, yang tersebut di atas memberikan petunjuk yang sangat penting sekali kepada kita, secara global sebagai berikutTidak ada perbedaan antara hukum Allah dan hukum Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, karena tidak boleh seorang mukmin memilih-milih dengan maksud menyalahinya, dan yang demikian termasuk durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam, maka perbuatan tersebut sudah termasuk boleh seseorang mendahului Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana ia tidak boleh mendahului Allah, yakni tidak boleh menyalahi Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, โMaksud dari ayat pertama dari surat al-Hujurat adalah Janganlah kalian berkata hingga beliau Shallallahu alaihi wa sallam berkata, janganlah kalian memerintah hingga beliau Shallallahu alaihi wa sallam memerintah, janganlah kalian berfatwa hingga beliau Shallallahu alaihi wa sallam berfatwa dan jangan menetapkan satu urusan hingga beliau Shallallahu alaihi wa sallam yang menghukumi dan memutuskan.โ[8]Taat kepada Rasul berarti taat kepada yang berpaling dari taat kepada Rasul Shallallahu alaihi wa sallam berarti termasuk kelakuan orang-orang terjadi perselisihan dalam urusan agama, maka wajib kita kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata โAllah Subhanahu wa Taโala memerintahkan manusia untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya. Allah mengulangi kalimat ููุฃูุทูููุนููุง ุงูุฑููุณููููู sebagai pemberitahuan bahwa taat kepada Rasul hukumnya wajib tanpa pamrih dan tanpa membandingkan lagi dengan Kitabullah, bahkan perintah beliau wajib ditaati secara mutlak, baik perintah itu ada di dalam Al-Qur-an maupun tidak, Karena beliau diberikan Kitab dan yang seperti itu bersamanya,โ dan Allah tidak menggunakan kata taat kepada ulil amri, bahkan Allah membuang fii thaโat karena kepada ulil amri sudah terkandung dalam taat kepada Rasul[9]. Para ulama telah bersepakat bahwa kembali kepada Allah berarti kembali kepada kitab-Nya Al Qur-an dan kembali kepada Rasul ketika beliau masih hidup dan setelah beliau wafat kembali kepada sunnah-sunnah-Nya dan yang demikian termasuk dari syarat-syarat kaum muslimin dan hilangnya kekuatan mereka disebabkan mereka terus berselisih dan tidak mau kembali kepada Al-Qur-an dan yang menyalahi perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam akan mendapat fitnah di dunia dan adzab di yang menyalahi perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam akan mendapat akibat yang jelek di dunia dan akhiratWajib memenuhi panggilan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan perintahnya, karena yang demikian akan membuat hidup jadi lebih baik dan memperoleh kebahagiaan di dunia dan kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam penyebab utama masuknya seseorang ke dalam Surga dan memperoleh kesuksesan yang besar, dan orang yang durhaka kepadanya akan masuk ke dalam Neraka serta mendapatkan adzab yang antara ciri-ciri orang munafiq, apabila mereka diajak untuk berhukum kepada hukum Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam dan kepada Sunnahnya, mereka tidak mau bahkan berusaha untuk menghalang-halangi orang yang ingin kembali mukmin berbeda dengan orang-orang munafiq, karena orang-orang mukmin bila diseru untuk berhukum dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mereka segera memenuhinya seraya berkata, โSamiโna wa athaโna Kami dengar dan kami mentaati.โSetiap yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, maka wajib kita mengikutinya dan setiap yang dilarangnya, wajib bagi kita tauladan bagi umat Islam dalam segala urusan agama adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wa kalimat yang diucapkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang ada hubungannya dengan agama dan urusan ghaib yang tidak dapat diketahui akal dan tidak pula percobaan, maka hal itu merupakan wahyu dari Allah kepada beliau yang tidak ada kebathilan di merupakan penjelas bagi Al-Qur-an yang diturunkan kepada beliau Shallallahu alaihi wa harus dijabarkan dengan As-Sunnah, bahkan As-Sunnah sama dengan Al-Qur-an dalam sifat wajib taat dan yang diharamkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sama dengan apa-apa yang diharamkan Allah, demikian pula segala sesuatu yang dibawa Rasulullah yang tidak terdapat dalam Al-Qur-an, maka dia sama dengan Al-Qur-an berdasarkan keumuman hadits no. bisa selamat dari kesesatan dan penyelewengan hanyalah dengan berpegang dengan Al-Qur-an dan As-Sunnah yang demikian itu merupakan hukum yang tetap berlaku terus sampai hari Kiamat, dan tidak boleh memisahkan antara Al-Qur-an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mencakup masalah aqidah maupun ahkam, dan meliputi seluruh perkara agama, serta tertuju kepada siapa saja yang sudah sampai kepadanya risalah daโwah sampai hari Kiamat.[10][Disalin dari buku Kedudukan As-Sunnah Dalam Syariat Islam, Penulis Yazid Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, 264 Bogor 16001, Jawa Barat Indonesia, Cetakan Kedua Jumadil Akhir 1426H/Juli 2005] _______ Footnote [1] Hadits shahih riwayat al-Bukhari no. 7280 dan Ahmad II/361. [2] Hadits shahih riwayat al-Bukhari no. 7281, Fat-hul Baari XIII/249-250. Yang dimaksud pemisah yakni memisahkan antara orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir atau antara yang haq dengan yang bathil. [3] Hadits shahih riwayat al-Bukhari no. 6482, 7283 dan Muslim no. 2283 16. [4] Hadits shahih riwayat Ahmad VI/8, Abu Dawud no. 4605 dan ini adalah lafazh miliknya, at-Tirmidzi no. 2663, Ibnu Majah no. 13, Ibnu Hibban no. 98-Mawarid dan lainnya. [5] Hadits shahih riwayat Abu Dawud no. 4604 dan lafazh ini miliknya, Ahmad IV/ 131, Ibnu Hibban no. 12, ath-Thabrani al-Muโjamul Kabir XX/ no. 669-670, ath-Thahawy dalam Syarah Maโanil Atsaar IV/209 dan al-Baihaqy IX/332. [6] Hadits shahih riwayat al-Hakim I/93 dan al-Baihaqy X/114. [7] HR. Ahmad IV/126-127, Abu Dawud no. 4607, at-Tirmidzi no. 2676, ad-Darimy I/44-45, al-Baghawy dalam Syarhus Sunnah I/ 205, al-Hakim I/95-96, dishahihkan dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi, Syaikh al-Albany juga menshahihkan hadits ini dalam Irwaa-ul Ghaliil no. 2455. [8] Iโlamul Muwaqqiโiin II/94 tahqiq Syaikh Masyhur Hasan Salman. [9] Iโlamul Muwaqqiโin II/89, tahqiq Syaikh Masyhur Hasan Salman. [10] Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fil Aqaa-id wal Ahkam hal. 33-36, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani v, cet. I/ Darus Sa-lafiyah, th. 1406 H Home /A4. Kedudukan As-Sunnah Dalam.../Hadits-Hadits yang Memerintahkan Kita...
Syaikh Abu Abdirrahman Yahya bin Ali Al-Hajuriy hafidzahullah Soal hadits โWajib atas kalian untuk berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang terbimbingโ. Apakah arti โSunnah Khulafaur Rasyidinโ apabila mereka mengikuti sunnah nabi Shallallahuโalaihi wa aalihi Wasallam? Jawaban Arti hadits adalah bahwa diharuskan mengambil sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam, dan ini kewajiban bagi setiap muslim, dalam hal tersebut para Khulafaur Rasyidin, dan tidak diperbolehkan bagi seorangpun untuk meninggalkan sunnah Rasul-Nya.. Dan inilah arti sabdanya โWajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahkuโ yaitu sesuai dengan jalannya Khulafaur Rasyidin. Dan Hadits sebagai dalil akan wajibnya mengikuti sunnah Rasul-Nya Shallallahuโalaihi wa alaa aalihi wasallam sebagaimana pemahaman salaf yang Khulafaur Rasyidin adalah pemimpin mereka. Dan sunnah dalam bahasa artinya jalan. Seorang penyair berkata ู
ู ู
ุนุดุฑ ุณูุช ููู
ุขุจุงุคูู
ูููู ููู
ุณูุฉ ูุฅู
ุงู
ูุง โDari sekelompok orang yang telah di beri contoh oleh bapak-bapak mereka , dan setiap kaum mempunyai kebiasaan dan juga yang memimpinnyaโ. Maka maksudnya adalah memahami Qurโan dan Sunnah sebagaimana pemahaman mereka. Dahulu mereka jika berselisih, mereka kembali kepada dalil-dalil sebagai yang Allah azza wa jalla perintahkan. Allah berfirman ูุงู ุชุนุงูู ููู
ูุง ุงุฎูุชูููููุชูู
ู ููููู ู
ููู ุดูููุกู ููุญูููู
ููู ุฅูููู ุงูููู ุงูุดูุฑู 10 โDan apa yang kalian perselisihkan maka keputusannya kepada Allah.โ QS Asy-Syura 10 Dan taโala berfirman ููุงู ุชุนุงูู ๏ดฟููุฅููู ุชูููุงุฒูุนูุชูู
ู ููู ุดูููุกู ููุฑูุฏููููู ุฅูููู ุงูููู ููุงูุฑููุณูููู ุฅููู ูููุชูู
ู ุชูุคูู
ูููููู ุจูุงูููู ููุงููููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู ุงููุณุงุก59 โDan jika kalian berpeda pendapat dalam suatu perkara, maka kembalikan lah kepada allah dan rasul, jika kalian beriman dengan allah dan hari akhirโ. QS An-nisa 59; Dan Allah azza wa jalla berfirman ููุงู ุนุฒ ูุฌู ๏ดฟููู
ูุง ููุงูู ููู
ูุคูู
ููู ูููุง ู
ูุคูู
ูููุฉู ุฅูุฐูุง ููุถูู ุงูููู ููุฑูุณูููููู ุฃูู
ูุฑูุง ุฃููู ููููููู ููููู
ู ุงููุฎูููุฑูุฉู ู
ููู ุฃูู
ูุฑูููู
ู๏ดพ [ุงูุฃุญุฒุงุจ36]ุ โDan tidaklah pantas bagi seorang mukmin dan mukminah jika ada keputusan Allah dan Rasul-Nya, justru mempunyai pilihan keputusan mereka dari sendiriโ. QS Al-Ahzab 36 Maka tidak diperbolehkan bagi seseorang agama Allah untuk dia memilih dan meninggalkan semau dia. Allah berfirman ูุงู ุงููู ๏ดฟูููุง ููุฑูุจูููู ูุง ููุคูู
ูููููู ุญูุชููู ููุญููููู
ูููู ูููู
ูุง ุดูุฌูุฑู ุจูููููููู
ู ุซูู
ูู ูุง ููุฌูุฏููุง ููู ุฃููููุณูููู
ู ุญูุฑูุฌูุง ู
ูู
ููุง ููุถูููุชู ููููุณููููู
ููุง ุชูุณููููู
ูุง๏ดพ ุงููุณุงุก65 โMaka tidak demi Rabb-mu, tidaklah mereka beriman sampai mereka menjadikanmu sebagai penengah dalam perselisihan mereka, kemudian mereka tidak mendapati keganjalan dalam diri mereka terhadap keputusan mu dan benar benar menerima.โ QS Annisa 65 ูุงูุณูุฉ ุฏูู ูุงูุญุฌุฉ ูู ูุชุงุจ ุงููู ูุณูุฉ ุฑุณูููุ ูููุณ ูุฃุญุฏ ุณูุฉ ู
ุน ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู
ุ ูุฅูุง ููุงู ุดุฑุนูุง ุขุฎุฑุ โMaka sunnah adalah agama dan hujjah adalah kitabullah dan sunnah rasul-Nyaโ Dan tidak ada seorangpun yang mempunyai hak membuat sunnah yang setara dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam, dan jika ada yang membuatnya , maka itulah ajaran lain. Allah berfirman ูุงููู ูููู ๏ดฟุฃูู
ู ูููู
ู ุดูุฑูููุงุกู ุดูุฑูุนููุง ูููู
ู ู
ููู ุงูุฏููููู ู
ูุง ููู
ู ููุฃูุฐููู ุจููู ุงูููู ูููููููุง ููููู
ูุฉู ุงููููุตููู ููููุถููู ุจูููููููู
ู ููุฅูููู ุงูุธููุงููู
ูููู ูููู
ู ุนูุฐูุงุจู ุฃููููู
ู๏ดพ ุงูุดูุฑู21 โApakah mereka mempunyai sekutu yang mensyariatkan untuk mereka dalam agama, yang tidak pernah allah idzin kan, Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang yang zalim bagi mereka azab yang amat pedih.โ QS Asy-Syura 21 โโโโโโโ- 1 ุฃุณุฆูุฉ ุนุจุฑ ุงููุงุชู ู
ู ุงูุฅู
ุงุฑุงุชุ ุจุชุงุฑูุฎ ูููุฉ ุงูุฌู
ุนุฉ 25 ุฐู ุงูุญุฌุฉ 1422ูโ.. ุฏู
ุงุฌ โ ุฏุงุฑ ุงูุญุฏูุซ. Soal via telepon dari pemerintah, pada malam Jumโat tanggal 25 Dzulhijjah 1422H. Dammaj Darul Hadits. Sumber Saluran Telegram Fawaid Manhaj min aqwali Annashihul amin Yahya bin Ali Al-hajuriy hafidzahullah. Alih bahasa dan editor Team Ashhabulhadits ุณูุฉ ุงูุฎููุงุก ุงูุฑุงุดุฏูู โซ๏ธ ุงูุณุคุงู ุญุฏูุซ ุนูููู
ุจุณูุชู ูุณูุฉ ุงูุฎููุงุก ุงูุฑุงุดุฏูู ุงูู
ูุฏูููยป.. ู
ุง ู
ุนูู ุณูุฉ ุงูุฎููุงุก ุงูุฑุงุดุฏูู ุฅุฐุง ูุงููุง ูู
ูุชุจุนูู ุณูุฉ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู
ุ โซ๏ธ ุงูุฅุฌุงุจุฉ ู
ุนูู ุงูุญุฏูุซ ุฃูู ููุฒู
ุงูุฃุฎุฐ ุจุณูุฉ ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู
ุ ููุฐุง ูุงุฌุจ ุนูู ูู ู
ุณูู
ุจู
ุง ูู ุฐูู ุงูุฎููุงุก ุงูุฑุงุดุฏููุ ููุณ ูุฃุญุฏ ุชุฑู ุณูุฉ ุฑุณููู .. ููุฐุง ู
ุนูู ูููู ุนูููู
ุจุณูุชูยปุ ุฃู ุนูู ุทุฑููุฉ ุงูุฎููุงุก ุงูุฑุงุดุฏููุ ููุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุฏููู ุนูู ูุฌูุจ ุงุชุจุงุน ุณูุฉ ุฑุณููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู
ุนูู ููู
ุงูุณูู ุงูุฐูู ุฐุฑูุชูู
ุงูุฎููุงุก ุงูุฑุงุดุฏูู. โซ๏ธ ูุงูุณูุฉ ูู ุงููุบุฉ ุงูุทุฑููุฉุ ูุงู ุงูุดุงุนุฑ ู
ู ู
ุนุดุฑ ุณูุช ููู
ุขุจุงุคูู
==ูููู ููู
ุณูุฉ ูุฅู
ุงู
ูุง ูุงูู
ูุตูุฏ ููู
ุงููุชุงุจ ูุงูุณูุฉ ุนูู ููู
ูู
. ูุงููุง ุฅุฐุง ุงุฎุชูููุง ูุนูุฏูู ูู
ุง ุฃู
ุฑ ุงููู ุนุฒ ูุฌู ุฅูู ุงูุฃุฏูุฉุ ูุงู ุชุนุงูู ๏ดฟููู
ูุง ุงุฎูุชูููููุชูู
ู ููููู ู
ููู ุดูููุกู ููุญูููู
ููู ุฅูููู ุงูููู๏ดพ; [ุงูุดูุฑู10]. ููุงู ุชุนุงูู ๏ดฟููุฅููู ุชูููุงุฒูุนูุชูู
ู ููู ุดูููุกู ููุฑูุฏููููู ุฅูููู ุงูููู ููุงูุฑููุณูููู ุฅููู ูููุชูู
ู ุชูุคูู
ูููููู ุจูุงูููู ููุงููููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู๏ดพ; [ุงููุณุงุก59]. ููุงู ุนุฒ ูุฌู ๏ดฟููู
ูุง ููุงูู ููู
ูุคูู
ููู ูููุง ู
ูุคูู
ูููุฉู ุฅูุฐูุง ููุถูู ุงูููู ููุฑูุณูููููู ุฃูู
ูุฑูุง ุฃููู ููููููู ููููู
ู ุงููุฎูููุฑูุฉู ู
ููู ุฃูู
ูุฑูููู
ู๏ดพ; [ุงูุฃุญุฒุงุจ36]ุ โซ๏ธ ูููุณ ูุฃุญุฏ ุฃุจุฏูุง ุฃู ูุฎุชุงุฑ ู
ุง ุดุงุก ู
ู ุฏูู ุงููู ููุชุฑู ู
ุง ุดุงุกุ ูุงู ุงููู ๏ดฟูููุง ููุฑูุจูููู ูุง ููุคูู
ูููููู ุญูุชููู ููุญููููู
ูููู ูููู
ูุง ุดูุฌูุฑู ุจูููููููู
ู ุซูู
ูู ูุง ููุฌูุฏููุง ููู ุฃููููุณูููู
ู ุญูุฑูุฌูุง ู
ูู
ููุง ููุถูููุชู ููููุณููููู
ููุง ุชูุณููููู
ูุง๏ดพ; [ุงููุณุงุก65]. โซ๏ธูุงูุณูุฉ ุฏูู ูุงูุญุฌุฉ ูู ูุชุงุจ ุงููู ูุณูุฉ ุฑุณูููุ ูููุณ ูุฃุญุฏ ุณูุฉ ู
ุน ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู
ุ ูุฅูุง ููุงู ุดุฑุนูุง ุขุฎุฑุ ูุงููู ูููู ๏ดฟุฃูู
ู ูููู
ู ุดูุฑูููุงุกู ุดูุฑูุนููุง ูููู
ู ู
ููู ุงูุฏููููู ู
ูุง ููู
ู ููุฃูุฐููู ุจููู ุงูููู ูููููููุง ููููู
ูุฉู ุงููููุตููู ููููุถููู ุจูููููููู
ู ููุฅูููู ุงูุธููุงููู
ูููู ูููู
ู ุนูุฐูุงุจู ุฃููููู
ู๏ดพ; [ุงูุดูุฑู21]. โโโโโโโ- 1 ุฃุณุฆูุฉ ุนุจุฑ ุงููุงุชู ู
ู ุงูุฅู
ุงุฑุงุชุ ุจุชุงุฑูุฎ ูููุฉ ุงูุฌู
ุนุฉ 25 ุฐู ุงูุญุฌุฉ 1422ูโ.. ุฏู
ุงุฌ โ ุฏุงุฑ ุงูุญุฏูุซ. ููุงุฆุฏ ู
ููุฌูุฉ ู
ู ุฃููุงู ุงููุงุตุญ ุงูุงู
ูู ู
ุนูู ุณูุฉ ุงูุฎููุงุก ุงูุฑุงุดุฏูู Published by Jasmine Umar โTidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan pertolongan Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembaliโ Huud 88 Abu Jasmine bin Umar bin Ali Nurdin Al-Palembangy Al-Andalasiyุฑุญู
ู ุงููู View all posts by Jasmine Umar
mengikuti sunnah para sahabat dan khulafaur rasyidin merupakan perintah