Sebaliknyatransformator step-down menurunkan tegangan karenanya tegangan listrik pada kumparan primer lebih besar dan tegangan listrik pada kumparan sekunder lebih kecil. Transformator A adalah transformator step-down dan transformator B adalah transformator step-up. Jawaban yang benar adalah C. 2. Soal UN IPA SMP 2012/2013 SP 33 No.16.
Menuruthemat saya, CT adalah trafo instrumentasi yg mengikuti prinsip kerja trafo step up. salah satu ciri trafo step up adalah tegangan menjadi naik di sisi dgn jawaban pertanyaan mengenai kenapa CT tidak boleh di-open, saya setuju dgn uraian pak Addin dan pak RSM terdahulu yg trafo step down itu VT
Trafoterbagi ke dalam dua jenis, yaitu trafo step-up dan step-down. Trafo step-up berfungsi untuk menaikkan tegangan AC sumber, sementara trafo step-down berfungsi untuk menurunkan tegangan AC sumber. Please follow and like us: Kelas Pintar.
DimanaF : frekuensi . N : belitan/lilitan. 0: fluks medan magnet (maaf kesulitan untuk input simbol flux hihi) Membahas transformator generator dimana trafo bertype step-up yang terintegrasi dengan generator disisi LV dan jaringan disisi HV dari trafo tersebut. trafo step-up merupakan trafo yang mempunyai belitan/lilitan sisi sekunder (HV) lebih besar dibandingan belitan sisi
Trafostep – down memiliki ciri – ciri sebagai berikut ini: V p > V s; N p > N s; I p < I s; Setiap trafo memiliki nilai efesiensi. Jika efisiensi suatu transformator sama dengan 100% itu artinya daya listrik di dalam kumparan primer sama dengan daya listrik di dalam kumparan sekunder, sehingga dapat dituliskan seperti berikut ini: P s = P
PowerSupply dalam segala hal yang berbau elektronika sangat lah vital, karna tanpa Power Supplya maka perangkat elekronika tidak akan bisa bekerja, yang namanya Power Supply tentu tidak lepas dari Trafo (Transformer). Trafo itu sendiri ada berbagai macam, dilihat dari kegunaannya ada Trafo Step-Up, Trafo Step-Down, diliat dari segi fisiknya ada yang dari inti
. Skema trafo yang umum dan banyak dijumpai pada kehidupan sehari hari adalah trafo step up dan step down. Trafo step up bisa kita lihat pada gardu pembangkit listrik. Sementara trafo step down banyak ditemukan pada peralatan elektronika rumah tangga. Trafo atau transformator adalah komponen elektronika yang dapat menghasilkan induksi tegangan. Induksi tegangan yang dihasilkan oleh trafo ini berasal dari medan elektromagnetik yang terbentuk ketika kumparan trafo diberikan aliran arus listrik. Tegangan induksi yang dihasilkan yang dihasilkan trafo bisa lebih tinggi dari tegangan sumber, namun juga bisa lebih rendah dari tegangan sumber. Di artikel ini saya akan menjelaskan jenis skema trafo yang umum digunakan dan cara menghitung tegangannya. Konstruksi trafoSkema trafo step upMenghitung tegangan trafo step upSkema trafo step downMenghitung tegangan trafo step down Konstruksi trafo Trafo terdiri dari dua buah kumparan yang dililit pada satu inti yang sama. Inti trafo biasanya terbuat dari besi lunak dengan desain yang beragam. Bentuk inti trafo yang paling banyak digunakan adalah konstruksi inti trafo bentuk EI. Namun demikian saat ini sudah banyak beredar trafo yang memiliki bentuk inti seperti donut, yang biasa dikenal dengan nama trafo torroid. Perbandingan jumlah lilitan kedua kumparan trafo akan menghasilkan tegangan induksi yang berbeda. Bisa lebih tinggi atau pun lebih rendah. Tegangan induksi trafo dikeluarkan oleh kumparan sekunder trafo. Sementara tegangan sumber dimasukkan pada kumparan primer trafo. Skema trafo step up Trafo step up adalah trafo yang menghasilkan tegangan induksi lebih besar dibandingkan dengan tegangan sumber. Jenis trafo ini berguna untuk meningkatkan tegangan hingga beberapa kali lipat dengan daya yang tetap. Ciri utama trafo step up adalah jumlah lilitan sekunder lebih banyak dari lilitan primer. Jenis trafo step up lebih banyak digunakan pada sistem pembangkit listrik tegangan tinggi PLN. Berikut ini adalah gambar skema trafo step up. Menghitung tegangan trafo step up Besarnya tegangan induksi sekunder yang dihasilkan oleh trafo step up dapat dihitung menggunakan rumus perbandingan jumlah lilitan trafo. \frac{N_P}{N_S} = \frac{V_P}{V_S} \\ V_S=\frac{ \\ N_S=\frac{ Dimana N adalah jumlah lilitan dan V adalah besarnya tegangan. Contoh Soal Jika jumlah lilitan primer trafo step up adalah 60 lilitan dan tegangan sumber adalah 220V, berapa jumlah lilitan sekunder agar trafo tersebut bisa menghasilkan tegangan induksi sekunder 1000V ? Jawab N_S=\frac{ \\ N_S=\frac{60\times1000}{220} =272,8 lilit Skema trafo step down Trafo step down merupakan kebalikan dari jenis trafo step up. Tegangan induksi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder lebih kecil dari tegangan sumber. Ciri trafo step down adalah mempunyai jumlah lilitan sekunder lebih sedikit dari jumlah lilitan primer. Trafo penurun tegangan ini banyak dipakai pada rangkaian elektronika tegangan rendah, seperti pada sirkuit adaptor, power supply power amplifier atau regulator tegangan. Gambar di bawah ini menunjukkan skema trafo step down. Menghitung tegangan trafo step down Untuk menghitung tegangan induksi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder trafo step down dapat menggunakan rumus yang sama seperti diatas . \frac{N_P}{N_S} = \frac{V_P}{V_S} \\ V_S=\frac{ \\ N_S=\frac{ Contoh Soal Trafo step down memiliki jumlah lilitan primer sebanyak 120 lilitan dan lilitan sekunder sebanyak 30 lilitan. Berapa teagangan induksi sekunder yang dihasilkan trafo jika diberikan tegangan sumber 110V ? Jawab V_S=\frac{ \\ V_S=\frac{30\times110}{120} = 27,5V Sementara itu besarnya arus yang ada pada tegangan induksi dapat dihitung dengan rumus perbandingan berikut ini \frac{V_P}{V_S}= \frac{I_P}{I_S} Karena daya masuk dan daya keluar pada trafo adalah tetap, maka besarnya arus listrik yang mengalir pada kumparan sekunder akan mengikut perubahan tegangan. Dengan kata lain, besarnya arus listrik pada kumparan sekunder trafo berbanding terbalik dengan besar tegangan trafo sekunder. Makin kecil tegangan induksi kumparan sekunder trafo maka arus listrik yang dihasilkan makin besar. demikian sebaliknya. Itulah penjelasan skema trafo step up dan step down yang banyak dipakai pada berbagai peralatan elektronika dan kelistrikan. Semoga bermanfaat.
Pada perangkat kelistrikan, ada sebuah alat yang dikenal dengan nama transformator atau biasa juga disebut trafo. Alat ini memiliki fungsi untuk mengubah tegangan listrik bolak balik agar menjadi lebih kecil ataupun lebih besar. Transformator yang berfungsi untuk mengubah taraf tegangan ini, pada dasarnya terdiri atas dua jenis. Ada transformator step up dan transformator step down. Maka untuk menghitung keduanya juga harus diketahui dulu rumus transformator step up dan step down yang tepat. Rumus Transformator Step Up dan Step Down yang Berlaku untuk Menghitung Jumlah Lilitan dan Efisiensi Transformator Step Up Transformator step up ini adalah jenis trafo atau transformator yang memiliki fungsi memperbesar atau menaikkan tegangan bolak balik AC di suatu sumber. Transformator step up ini memiliki ciri-ciri khusus, yaitu Tegangan kumparan sekunder atau yang disimbolkan dengan Vs lebih besar dibandingkan dengan tegangan pada kumparan primer yang disimbolkan dengan Vp. Jumlah Lilitan kumparan sekunder pada transformator step up ini juga lebih banyak dibandingkan dengan jumlah lilitan kumparan primernya. Jika dibuat simbol maka Ns>Np. Berbeda dengan arus listrik yang mengalir pada transformator step up. Arus listrik yang mengalir ini justru lebih besar pada kumparan primer dibandingkan pada kumparan sekundernya. Jika disimbolkan Ip>Is. Transformator Step Down Jenis kedua adalah transformator step down. Jenis transformator ini memiliki fungsi untuk memperkecil atau menurunkan tegangan bolak-balik AC pada sebuah sumber listrik. Jenis transformator step down ini juga memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan transformator step up. Tegangan Jika pada transformator step up tegangan pada kumparan sekundernya lebih besar, maka ciri-ciri transformator step down justru sebaliknya. Tegangan pada kumparan primer jenis transformator ini lebih besar jika dibandingkan dengan tegangan pada kumparan sekundernya. Bisa disimbolkan dengan Vp > Vs. Jumlah Lilitan Ciri transformator step down selanjutnya adalah memiliki jumlah lilitan yang ada pada kumparan primer yang lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah lilitan yang ada pada kumparan sekundernya. Jika disimbolkan adalah Np > Ns. Besar Arus Ciri terakhir yang dimiliki oleh transformator step down bisa dilihat dari besarnya arus listrik yang mengalir. Pada transformator step down, arus listrik yang mengalir pada kumparan primer cenderung lebih kecil dibandingkan arus listrik yang mengalir pada kumparan sekundernya. Disimbolkan dengan Ip < Is. Biasanya dalam kasus transformator step up dan step down, yang paling sering diminta adalah menghitung jumlah lilitan. Untuk menghitung jumlah lilitannya, digunakan rumus sebagai berikut Np/Ns = Vp/Vs atau bisa juga dengan menggunakan rumus Ns = Np x Vs/Vp, dimana Np adalah jumlah lilitan primer Ns adalah jumlah lilitan sekunder Vs adalah tegangan sekunder, dan Vp adalah tegangan primer Rumus lain yang digunakan pada trafo step up dan step down adalah rumus efisiensi trafo yang disimbolkan dengan eta. Untuk menghitung efisiensi itu digunakan rumus ɳ = x 100% atau ɳ = Vs x Is / Vp x Ip x 100% Dimana ɳ efisiensi trafo = daya output pada trafo = daya input pada trafo Vs = tegangan sekunder Vp = tegangan primerIs = kuat arus sekunder Ip = kuat arus primer Demikian tadi berbagai rumus transformator step up dan step down yang biasanya digunakan dalam penghitungan kedua jenis trafo ini. Dengan mengetahui rumus-rumus tersebut, kini Anda bisa menerapkannya untuk menghitung jumlah lilitan maupun menghitung efisiensinya.
Jenis-jenis Transformator Trafo – Transformator atau sering disingkat dengan istilah Trafo adalah perangkat penting dalam setiap rangkaian jaringan listrik yang pada umumnya digunakan untuk mengubah suatu taraf tegangan AC bolak-balik ke taraf tegangan AC lainnya tanpa adanya kontak fisik dan juga tanpa terjadi perubahan pada karakteristik fasa dan frekuensi. Pengubahan level atau taraf tegangan AC tersebut terjadi karena adanya induksi elektromagnetik antara kumparan primer dan kumparan sekunder. Baca juga Pengertian Transformator Trafo dan Prinsip Kerjanya. Ada beberapa jenis Trafo yang digunakan dalam sistem kelistrikan untuk keperluan yang berbeda-beda. Keperluan-keperluan tersebut diantaranya seperti trafo yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik dan untuk keperluan distribusi dan transmisi tenaga listrik. Perangkat yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Transformer ini dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa jenis, diantaranya seperti pengklasifikasian berdasarkan level tegangan, berdasarkan media atau bahan inti core trafo yang digunakan, berdasarkan pengaturan lilitan, berdasarkan penggunaannya dan juga berdasarkan tempat penggunaannya. Berikut ini adalah beberapa jenis Trafo berdasarkan masing-masing pengklasifikasiannya. 1. Jenis-jenis Transformator berdasarkan Level Tegangan Trafo yang diklasifikasikan berdasarkan level tegangan ini merupakan trafo yang paling umum dan sering kita gunakan. Pengklasfikasian ini pada dasarnya tergantung pada rasio jumlah gulungan di kumparan Primer dengan jumlah kumparan Sekundernya. Jenis Trafo berdasarkan Level tegangan ini diantaranya adalah Trafo Step Up dan Trafo Step Down. Trafo Step Up Seperti namanya, Trafo Step Up adalah Trafo yang berfungsi untuk menaikan taraf atau level tegangan AC dari rendah ke taraf yang lebih tinggi. Tegangan Sekunder sebagai tegangan Output yang lebih tinggi dapat ditingkatkan dengan cara memperbanyak jumlah lilitan di kumparan sekundernya daripada jumlah lilitan di kumparan primernya. Pada pembangkit listrik, Trafo jenis ini digunakan sebagai penghubung trafo generator ke grid. Trafo Step Down Trafo Step Down adalah Trafo yang digunakan untuk menurunkan taraf level tegangan AC dari taraf yang tinggi ke taraf yang lebih rendah. Pada Trafo Step Down ini, Rasio jumlah lilitan pada kumparan primer lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah lilitan pada kumparan sekundernya. Di jaringan Distribusi, transformator atau trafo step down ini biasanya digunakan untuk mengubah tegangan grid yang tinggi menjadi tegangan rendah yang bisa digunakan untuk peralatan rumah tangga. Sedangkan di rumah tangga, kita sering menggunakannya untuk menurunkan taraf tegangan listrik yang berasal dari PLN 220V menjadi taraf tegangan yang sesuai dengan peralatan elektronik kita. Baca juga Cara Menghitung Jumlah Lilitan pada Transformator Step Up dan Step Down. 2. Jenis-jenis Transformator berdasarkan bahan Inti core yang Digunakan Berdasarkan media atau bahan Inti yang digunakan untuk lilitan primer dan lilitan sekunder, Trafo dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Trafo berinti Udara Air Core dan Trafo berinti Besi Iron Core. Trafo berinti Udara Air Core Transformer Pada Trafo yang berinti Udara, Gulungan Primer dan Gulungan Sekunder dililitkan pada inti berbahan non-magnetik yang biasanya berbentuk tabung yang berongga. Bahan non-magnetik yang dimaksud tersebut dapat berupa bahan kertas ataupun karton. Ini artinya, hubungan hubungan fluks antara gulungan primer dan gulungan sekunder adalah melalui udara. Tingkat kopling atau induktansi mutual diantara lilitan-lilitan tersebut lebih kecil dibandingkan dengan Trafo yang berinti besi. Kerugian Histerisis dan kerugian arus eddy yang biasanya terjadi pada trafo inti besi dapat dikurangi atau bahkan dapat dihilangkan pada trafo yang yang berinti udara ini. Trafo inti udara ini biasanya digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi. Trafo berinti Besi Iron Core Transformer Pada Trafo berinti Besi, gulungan primer dan gulungan sekunder dililitkan pada inti lempengan-lempengan besi tipis yang dilaminasi. Trafo inti besi memiliki efisiensi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan trafo yang berinti udara. Hal ini dikarenakan bahan besi mengandung sifat magnetik dan juga konduktif sehingga mempermudah jalannya fluks magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik kumparan serta untuk mengurangi suhu panas yang ditimbulkan. Trafo yang berinti besi biasanya digunakan pada aplikasi frekuensi rendah. 3. Jenis-jenis Transformator berdasarkan Pengaturan Lilitannya Trafo Otomatis Auto Transformer Auto Transformer atau Trafo Otomatis adalah Trafo listrik yang hanya memiliki satu kumparan dimana kumparan primer dan kumparan sekundernya digabung dalam 1 rangkaian yang terhubung secara fisik dan magnetis. Pengaturan lilitan ini sangat berbeda dengan Trafo standar pada umumnya yang terdiri dari dua kumparan atau gulungan yang ditempatkan pada dua sisi berbeda yaitu kumparan Primer dan kumparan sekunder. Trafo Otomatis ini sering digunakan sebagai trafo step up dan step down yang berfungsi untuk menaikan tegangan maupun menurun tegangan pada kisaran 100V-110V-120V dan kisaran 220V-230V-240V bahkan pada kisaran 110V hingga 220V. 4. Jenis-jenis Transformator berdasarkan Penggunaannya Trafo dapat digunakan untuk melakukan berbagai fungsi sesuai dengan kebutuhannya. Trafo jenis ini dapat diklasifikasikan menjadi Trafo daya, trafo distribusi, trafo pengukuran dan trafo proteksi Trafo Daya Power Transformer Transformator Daya adalah jenis trafo yang berukuran besar dan digunakan untuk aplikasi transfer daya tinggi yang mencapai hingga 33 Kilo Volt. Trafo daya ini sering digunakan di stasiun pembangkit listrik dan gardu transmisi. Trafo Daya biasanya memiliki tingkat insulasi yang tinggi. Trafo Distribusi Distribution Transformer Trafo Distribusi atau Distribution Transformer digunakan untuk mendistribusikan energi listrik dari pembangkit listrik ke daerah perumahan ataupun lokasi industri. Pada dasarnya, Trafo Distribusi ini mendistribusikan energi listrik pada tegangan rendah yang kurang dari 33 kilo Volt untuk keperluan rumah tangga ataupun industri yang berada dalam kisaran tegangan 220V hingga 440V. Trafo Pengukuran Measurement Transformer Trafo Pengukuran atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Measurement Transformer atau Instrument Transformer ini digunakan untuk mengukur kuantitas tegangan, arus listrik dan daya yang biasanya diklasifikasikan menjadi trafo tegangan dan trafo arus listrik dan lain-lainnya. Trafo Proteksi Protection Transformer Trafo Proteksi ini digunakan untuk melindungi komponen listrik. Perbedaan utama antara trafo proteksi dan trafo pengukuran adalah pada akurasinya. Dimana trafo proteksi harus lebih akurat jika dibandingkan dengan trafo pengukuran. 5. Jenis-jenis Transformator berdasarkan Tempat Penggunaanya Penggolongan Trafo berdasarkan tempat penggunaannya ini biasanya terdiri dari trafo indoor dalam ruangan trafo outdoor luar ruangan. Trafo Indoor adalah trafo yang harus diletakan di dalam ruangan yang ditutupi dengan atap seperti trafo-trafo yang digunakan pada industri-industri sedangkan trafo outdoor adalah trafo yang dapat ditempatkan diluar ruangan seperti trafo distribusi yang ditempatkan di gardu induk dan lain-lainnya.
Transformator atau trafo adalah komponen elektronika berupa lilitan kawat konduktor yang berfungsi untuk menghasilkan tegangan induksi. Tegangan induksi yang dihasilkan oleh trafo berupa arus listrik AC dengan frekuensi yang sama dengan tegangan sumbernya. Trafo yang digunakan pada sirkuit elektronika dan kelistrikan terdiri dari bermacam macam bentuk dan tipe. Salah satu jenis transformator adalah trafo step down, atau biasa dikenal dengan nama trafo penurun tegangan. Seperti apa fungsi dan cara kerja transformator step down. kita akan membahasnya di artikel berikut ini. Apa arti trafo step down ?Gambar trafo step downFungsi dan contoh trafo step downCara kerjaCara pasang trafo step downRumus trafo step downContoh perhitungan Rumus daya Apa arti trafo step down ? Trafo step down adalah trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik AC. Pasangan dari jenis trafo ini adalah trafo step up yang berguna untuk menaikkan tegangan. Kedua jenis trafo tersebut, terdiri dari bagian transformator yang sama, yaitu berupa 2 buah kumparan primer dan sekunder pada satu inti yang sama. Karena berada pada satu inti yang sama, maka ketika salah satu kumparan diberikan arus listrik AC, maka akan timbul tegangan pada kumparan lainnya. Tegangan induksi yang dihasilkan oleh trafo bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari tegangan sumber yang dimasukkan pada salah satu kumparan trafo. Pada jenis trafo step down, jumlah lilitan kumparan sekunder lebih sedikit daripada jumlah lilitan pada kumparan primer. Gambar trafo step down Contoh bentuk trafo penurun tegangan diperlihatkan pada gambar di bawah ini Fungsi utama trafo step down adalah untuk menurunkan tegangan listrik. Harus diingat, bahwa tegangan listrik yang diberikan pada trafo adalah jenis tegangan listrik AC. Dibandingkan dengan trafo step up, jenis trafo ini lebih sering digunakan pada berbagai perangkat elektronika. Karena kita tahu, besar tegangan listrik yang ada di rumah rumah adalah 220V. Sementara kebutuhan tegangan listrik pada rangkaian elektronika umumnya adalah 5V sampai 24V saja. Karena itu, dibutuhkan trafo yang bertindak sebagai penurun tegangan listrik. Sehingga tegangan yang masuk ke rangkaian akan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa contoh rangkaian dan perangkat elektronika yang menggunakan trafo step down diantaranya adalah sebagai berikut TelevisiRadioTapeAmplifierPerangkat penerima siaran satelitDVD playerBel sekolahKomputerCharger HPCharger Laptop Cara kerja Prinsip kerja trafo pada dasarnya adalah terjadi karena adanya fenomena mutual induction atau induksi bersama. Mutual induksi terjadi ketika beberapa kumparan konduktor dililitkan pada satu inti yang sama. Sebuah trafo dapat memiliki dua atau lebih kumparan yang melilit pada inti yang sama. Kedua kumparan tersebut terdiri dari kumparan primer dan kumparan sekunder. Kumparan primer adalah kumparan yang terhubung secara langsung dengan sumber tegangan. Sedangkan kumparan sekunder merupakan kumparan yang menghasilkan tegangan induksi. Antara kumparan primer dan sekunder pada trafo tidak terhubung secara elektrik. Dengan kata lain, meskipun kedua kumparan trafo melilit pada inti yang sama, namun terpisah secara fisik. Sehingga aman untuk digunakan sebagai konverter tegangan listrik AC. Cara kerja trafo step down adalah sebagai berikut Ketika kumparan primer trafo terhubung dengan sumber tegangan listrik AC, maka akan muncul medan magnet di sekitar kumparan. Medan magnet yang muncul tersebut akan menghasil gaya gerak listrik atau ggl sebagai akibat adanya perlawanan arus listrik yang mengalir pada kumparan. Gaya gerak listrik yang timbul selanjunya akan menginduksi kumparan sekunder trafo. Akibatnya, kumparan sekunder akan menghasilkan tegangan induksi. Besar kecilnya tegangan induksi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder trafo tergantung pada perbandingan jumlah lilitan antara kumparan primer dan kumparan sekunder. Silahkan baca artikel Cara menghitung rumus trafo untuk pembahasan yang lebih lengkap. Cara pasang trafo step down Transformator step down lebih sering ditemukan pada sirkuit power supply atau inverter suatu rangkaian. Fungsinya adalah untuk menurunkan tegangan sumber AC agar sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian. Contoh pemasangan sederhana trafo penurun tegangan adalah pada modul rangkaian adaptor. Adaptor merupakan rangkaian penurun tegangan 220V menjadi tegangan 110V atau lebih kecil lagi. Tafo step down dipasang pada sirkuit yang terhubung langsung dengan sumber tegangan listrik. Biasanya sebelum trafo dipasang fuse atau sekering yang berfungsi sebagai pengaman rangkaian. Contoh pemasangan trafo Hati hati dalam memasang trafo pada rangkaian, jangan sampai terbalik antara sisi primer dan sekunder. Untuk membedakan sisi kumparan primer dan sekunder trafo penurun tegangan dapat dilihat dari perbandingan hambatan kedua kkumparan. Kumparan primer trafo step down memiliki jumlah lilitan yang lebih banyak dari kumparan sekunder. Jadi, hambatan kumparan pada kumparan primer lebih besar dibandingkan pada kumparan sekunder. Rumus trafo step down Perhitungan rumus transformator step down didapat dari perbandingan jumlah lilitan kedua kumparan trafo. Dari perbandingan ini, kita dapat mengetahui besar tegangan dan daya yang ada pada kumparan primer dan sekunder. Berikut ini adalah rumus perbandingan lilitan kumparan trafo \frac{N_P}{N_S} = \frac{V_P}{V_S} Dimana N adalah jumlah lilitan, P adalah kumparan primer dan S adalah kumparan sekunder. Contoh perhitungan 1. Soal 1 Jika jumlah lilitan primer dan sekunder trafo adalah 300 dan 60, hitung berapa tegangan induksi yang dihasilkan pada kumparan sekunder trafo bila kumparan primer diberikan tegagan 220V ? Jawab \frac{N_P}{N_S} = \frac{V_P}{V_S} \\ \frac{300}{60} = \frac{220}{V_S} \\ V_S=\frac{220 \times 60}{300} = 44V Jadi tegangan induksi yang dihasilkan adalah sebesar 44 Volt. 2. Soal 2 Hitung berapa lilitan sekunder yang diperlukan untuk menghasilkan tegaangan induksi sebesar 6V jika jumlah lilitan pada kumparan primer sebanyak 120 lilitan dan tegangan primer direncanakan 160V ? Jawab \frac{N_P}{N_S} = \frac{V_P}{V_S} \\ \frac{120}{N_S} = \frac{160}{6} \\ N_S=\frac{120 \times 6}{160} = 4,5 \ lilitan Rumus daya Idealnya, daya listrik pada trafo tidak mengalami perubahan, karena yang mengalami perubaham tegangan dan arus listrik saja. Sementara daya listrik yang masuk sama dengan daya listrik yang keluar dari trafo. Akan tetapi, faktanya masih tetap ada kerugian daya yang terhambur dalam bentuk panas. Hal ini disebabkan karena banyak faktor, seperti jenis bahan dan desain bentuk trafo. Kita tahu, daya listrik didapat dari tegangan dan arus listrik. Atau dituliskan dalam rumus P = V X I Sehingga rumus daya trafo adalah V_P \times V_S = I_P \times I_S
Home > Transformator > Fungsi trafo step up dan step down serta ciri-cirinya Menyinggung kembali mengenai fungsi trafo step up memang membuat kita mengerti bagaimana ciri ciri trafo step up serta step down, dan seperti apa fungsi trafo step down yang patut kita ketahui sebelumnya. Hal ini menjadikan kita lebih mengerti lagi mengenai apa yang patut diketahui mengenai kedua jenis transformator tersebut. Sehingga memahami bagaimana karakteristik masing-masing sehingga segalanya dapat kita ketahui dengan seksama. Trafo memiliki dua bagian lilitan yaitu lilitan primer dan lilitan sekunder, dengan inti didalamnya. Daftar Isi1 Pengertian trafo atau Jenis jenis trafo dan Uraian tentang transformator Pengertian trafo atau transformator Transformator atau sering disingkat trafo adalah komponen elektronika yang memiliki bagian bagian yaitu lilitan kawat email atau spul dengan batang inti atau batang ferit sebagai inti dari spul tersebut. Trafo digunakan untuk merubah besarnya tegangan AC entah itu untuk menaikkan atau menurunkan tegangan, tergantung jenis trafo tersebut. Trafo memiliki beberapa jenis dan ukuran, dengan penggunaan yang beragam pada perangkat elektronika. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menjumpai trafo pada berbagai perangkat, misalnya radio, televisi, lampu, dll. Karena penggunaan transformator memang sangat penting sehingga perangkat dapat berfungsi sebagaimana mestinya sesuai yang sudah ditentukan. Jenis jenis trafo dan fungsinya Ada beberapa jenis transformator yang dapat kita jumpai dalam berbagai perangkat elektronika, masing-masing jenis ini memiliki fungsi berbeda tergantung bagaimana penerapannya dalam rangkaian elektronika. Yang memastikan kita memahami dengan seksama masing masing jenis, maka lebih baik kita simak penjelasan berikut. Macam macam transformator adalah Trafo step up, adalah jenis trafo yang berfungsi menaikkan tegangan AC pada nilai tertentu tergentung jumlah lilitan dari trafo tersebut. Trafo step down, berfungsi menurunkan tegangan listrik AC sampai pada nilai tertentu juga tergantung pada banyaknya lilitan. Contohnya adalah trafo pada power supply. Trafo isolasi, berfungsi memberikan isolasi pada tegangan input dan output. Jumlah lilitan primer dan sekunder sama, hanya akan memberikan isolasi pada kedua lilitan tersebut tanpa merubah tegangan. Trafo Input dan output, berfungsi untuk membalikkan fasa. Uraian tentang transformator Setelah menyimak penjelasan diatas tentu kita dapat memahami adanya beberapa jenis trafo berdasarkan susunannya, dan juga memiliki fungsi yang berbeda. Sehingga dalam proses pembuatannya tentu juga tidak sama, ini memastikan kita memiliki cukup pemahaman untuk membedakan beberapa jenis trafo yang terdapat dipasaran. Sehingga tidak salah dalam memilih jenis trafo apa yang hendak digunakan dalam suatu rangkaian dan fungsi yang dihasilkan juga tidak sama. Demikian penjelasan kali ini semoga membantu, yang patut kita ketahui tentu melihat secara langsung masing masing trafo tersebut khususnya trafo step up dan trafo step down sehingga tidak ada kesalahan dalam mengidentifikasi dari jenis tersebut. Pada akhirnya akan memberikan suatu kesimpulan yang berguna untuk kita gunakan sebagai dasar dalam menentukan seperti apa jenis transformator yang akan digunakan dalam suatu rangkaian elektronika.
gambar trafo step up dan step down